Pernahkah Anda merasa capek dengan kehidupan Anda yang sering Stress dan Frustrasi?

Pernahkah merasa kalau pikiran lagi berat tubuh terasa sakit? Dan banyak temuan-temuan bahwa kanker dan juga 75% penyakit disebabkan stress atau berasal dari pikiran!

Banyak yang sudah tau tentang ini, kenapa masih memilih STRESS bahkan selalu dalam kondisi marah-marah dan emosi tinggi?

Serentetan alasanpun bermunculan, ada yang menyalahkan pekerjaan, tuntutan hidup dan keluarga, pasangan, anak, orangtua, menyalahkan pemerintah, lingkungan, dari ban pecah, macet sampai urusan tetangga dan juga Tuhan.

Jika sudah sakit parah, biasanya orang baru ingat dan teriak 2T alias “Tolong dan Tobat…” tetapi jika sudah sehat, sudah lupa lagi.

Saya sering mengamati kenapa manusia melakukan apa yang mereka lakukan? Sudah tau merokok bisa menyebabkan kanker, tetap saja ngebul kayak kereta api malahan sekarang ganti cairan yang ngebulnya kayak kebakaran, dengan alasan supaya lebih sehat. Tetapi apakah iya? Perlu beberapa tahun lagi untuk mengukur dan mengetahui efek sampingnya.

Lalu kenapa manusia melakukan segala sesuatu yang membahayakan kesehatan ataupun hidupnya? Alasannya adalah mencari kesenangan, dengan merokok dapat memberikan 10 menit ketenangan dan dengan memakai narkotik, memberikan perasaan melayang dan kebahagiaan sementara.

Dengan alasan yang sama orang mabuk, makan berlebihan, shopaholic sampai hutang kartu kredit ratusan juta, selingkuh sana sini, semua itu dilakukan dengan kesadaran itu tidak baik untuk kesehatan dan kehidupannya. Tetapi kenapa masih dilakukan?

Di dunia ini ada 2 hal yang mampu menggerakkan manusia.

Hal pertama adalah “Menghindari rasa sakit”, dan hal kedua adalah “Mendapatkan Kebahagiaan”.

Kenapa sebagian dari manusia selalu kerja pagi siang malam, sampai hari minggu juga kerja, sampai botak, stress, darah tinggi karena tiada hari tanpa marah-marah. Apakah Anda ada mengenal orang-orang yang setiap hari tegang terus dan tidak pernah tersenyum, kalau buka mulut hanya nyembur api amarah, sangking stress tingkat dewa.

Apa yang mereka cari? Mereka adalah orang-orang yang ketakutan, takut tidak punya cukup uang untuk keluarga, takut bisnisnya hancur, takut di-cap orang miskin, di-cap orang gagal sama keluarga, sanak saudara, teman-teman.

Mereka adalah orang-orang yang berusaha “menghindari rasa sakit”, sakit jika tidak punya uang, sakit jika di-cap orang gagal, dan seterusnya.

Supaya sedikit berkurang Stress-nya jadi perokok berat, pemabok, bisa juga selingkuh. Hal tersebut dilakukan karena “mencari kebahagiaan”

Ada juga yang karena takut di-cap perawan tua, dan malu setiap hari raya ditanyain terus sama orang tua dan sanak saudara serta teman-teman “kapan nikah?” “Kenapa belum punya pacar?” Akhirnya buru-buru cari pasangan, tidak perlu pakai berbulan-bulan untuk mengenal calon pasangan, yang penting tidak jelek-jelek amat, dan laki-laki langsung minta nikah saja. Kenapa cepat-cepat amat, baru kenal 3 bulan sudah mau nikah, hal ini dilakukan adalah “menghindari sakit”.

Setelah berjalan setahun pernikahan saat hamil, ternyata ketahuan suami suka jajan atau punya selingkuhan diluar. Daripada malu ketahuan aib rumah-tangga dan ga tau harus bagaimana, akhirnya memilih diam saja dan stress sendiri, lari ke makanan, makan menggila, atau shopaholic, sampai kartu kredit jebol, atau selingkuh juga. Tujuannya adalah “menghindari sakit” dan “mencari kebahagiaan”.

Ini seperti lingkaran setan, semakin sakit semakin berusaha lari dari sakit dan mencari-cari kebahagian semu yang berakibat semakin sakit.

Apakah ini hidup yang Anda cari? Tragedi terbesar manusia adalah menghabiskan seluruh hidupnya hanya berusaha lari dari penderitaan yang diciptakan diri sendiri dan berusaha mengejar kebahagiaan semu yang berakhir dengan semakin menambah penderitaannya.

Lalu bagaimana jalan keluarnya?

Kabar baiknya ada jalan keluarnya dan Jalan keluarnya juga tidak hanya 1, bahkan ada 3 hal.

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan 2 lainnya adalah “Memutuskan”.

Sebelumnya saya ingin mengajak pembaca semua melihat kedalam dirinya, dan mengingat suatu masa dimana Anda pernah merasa bangga sudah berhasil mencapai sesuatu, tidak perlu pencapaian besar, bisa jadi pernah berhasil menyelesaikan sebuah lomba di sekolah atau berhasil lulus ujian dan membuat bangga karena ternyata Anda juga bisa.

Pada saat itu coba ingat apa saja yang Anda sudah lakukan sehingga Anda berhasil? Apakah Anda memutuskan untuk ikut ujian ataupun lomba, walaupun ragu-ragu atas persiapannya? Ataukah Anda sudah sangat yakin Anda pasti menang dan berhasil?

Apapun itu, yang paling penting Anda telah memutuskan untuk ikut dan menjalankannya sampai selesai, bukan?

Jadi hari ini, untuk Anda bisa keluar dari Tragedi hidup ini, apapun yang Anda alami sekarang, buatlah sebuah “keputusan” untuk mau mengakhiri ini, katakan kepada diri Anda “CUKUP SUDAH, saya tidak mau terus menerus ada dilingkaran setan ini!”

Anda tidak mungkin menang melawan Tragedi ini jika Anda sendiri tidak memutuskan untuk Keluar.

Silahkan baca lanjutannya di sini, di website saya beberapa hari ke depan.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *